Setiap hari Senin di SDS Sumbangsih mengadakan upacara Bendera. Kelas 5B, kelas aku mendapat giliran menjadi petugas upacara. Aku cukup kaget mendengar berita itu. Maklum lah kami baru pertamakali jadi petugas. Aku tadinya ingin jadi dirijen, itu lho yg memandu paduan suara. Alasanku adalah aku mau terbebas dari alat musik, takut salah.., he-he-he. Kalo main pianika suling lagu Mengheningkan Cipta sih gampang. Tapi, Lagu Indonesia Raya harus dimainkan dengan nada Do = F. Tapi ternyata aku dipilih jadi protokol. Ngga masalah sih, yg penting terbebas dari alat musik.
Persiapan nya cukup singkat, Cuma satu minggu sih. Tapi Alhamdulillah latihan berjalan lancar walaupun masih bercanda bercanda sih. He-he-he. Latihannya jg Cuma 3 hari yaitu Senin, Kamis, Sabtu. Tapi,sebenarnya sih hari Sabtu ngga latihan. Gini nih,ceritanya...
Pagi hari itu hari libur,yaiyalah hari Sabtu! Terus aku di telfon icha. Icha adalah petugas Paskibra. “Nez,kamu lupa ya hari ini kan latihan upacara di sekolah?” tanyanya. Aku pun menjawab “aku ngga lupa kok Cha, cuma aku sengaja datang siang. Takutnya aku kepagian. Yaudah deh aku cepat kesana”. Setelah mematikan telpon, aku berkemas dan berangkat deh.. Sesampainya disana,
Aku melihat Icha menghampiriku. “ Cha, udah selesai blom latihan upacaranya?” tanyaku. Icha mengangkat bahu. “belum pada datang.. Tapi ada yg udah di latih sih tadi..” jawabnya santai. Kami pun jajan dan menunggu teman-teman kami yg baru datang jam 10. Kita hanya berempat. Alhasil, kita hanya main-main aja di sekolah. Nggak latihan beneran, he-he-he.
Begitulah hari Sabtu yang cukup membosankan dan melelahkan. Lebih tepat sih menjengkelkan. Hari Minggunya aku cukup latihan sendiri di rumah, dan akhirnya tiba juga hari itu.. inilah ceritanya..
Pagi hari sih aku lalui seperti biasa, diantar pakai mobil, aku berhenti di SDS Sumbangsih Grogol. Aku pun melakukan hal yg lain seperti menyapa teman, salam sama guru, menaruh tas di kelas dan langsung ke bangsal. Disana beberapa temanku sudah menunggu. Aku sempat latihan sebentar. Sampai saatnya tiba..
Aku berjalan, setelah itu langsung membaca “Upacara pengibaran Bendera Merah Putih...” Upacara berjalan lancar. Namun, pada lagu Indonesia Raya sepertinya musiknya kurang kompak. Tapi,aku terus berkonsentrasi kepada upacara.
Pada saat amanat pembina upacara, kami deg-degan, takut Pak Wawan (pembina upacaranya sekaligus guru agama kami) memberikan komentar yg buruk terhadap pelaksanaan upacara kali ini. Kata Pak Wawan sih, sudah bagus namun harus di tingkatkan lagi. Tiba tiba saja,temanku yg bernama Nadira (paskibra ) jatuh pingsan.
Posisinya kedepan, kacamatanya terlepas. Guru-guru mendekatinya dan menolongnya. Hal itu sangat mengagetkan. Padahal Nadira salah satu anak yg berbadan besar, kuat dan jarang sakit. Ah, mungkin dia belum sarapan, pikirku. Aku kembali fokus ke upacara.
Setelah itu, tak ada kejadian yg buruk lagi. Upacara berjalan lancar. Setelah upacara dibubarkan, kami kembali ke kelas, kami pun bercerita kepada teman-teman Padus tentang perasaan deg-degan itu. Sekarang sih sudah lega. Alhamdulilah, aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Nah itulah pengalamanku ketika pertama kali menjadi Petugas Upacara disekolah SDS. Sumbangsih....
Persiapan nya cukup singkat, Cuma satu minggu sih. Tapi Alhamdulillah latihan berjalan lancar walaupun masih bercanda bercanda sih. He-he-he. Latihannya jg Cuma 3 hari yaitu Senin, Kamis, Sabtu. Tapi,sebenarnya sih hari Sabtu ngga latihan. Gini nih,ceritanya...
Pagi hari itu hari libur,yaiyalah hari Sabtu! Terus aku di telfon icha. Icha adalah petugas Paskibra. “Nez,kamu lupa ya hari ini kan latihan upacara di sekolah?” tanyanya. Aku pun menjawab “aku ngga lupa kok Cha, cuma aku sengaja datang siang. Takutnya aku kepagian. Yaudah deh aku cepat kesana”. Setelah mematikan telpon, aku berkemas dan berangkat deh.. Sesampainya disana,
Aku melihat Icha menghampiriku. “ Cha, udah selesai blom latihan upacaranya?” tanyaku. Icha mengangkat bahu. “belum pada datang.. Tapi ada yg udah di latih sih tadi..” jawabnya santai. Kami pun jajan dan menunggu teman-teman kami yg baru datang jam 10. Kita hanya berempat. Alhasil, kita hanya main-main aja di sekolah. Nggak latihan beneran, he-he-he.
Begitulah hari Sabtu yang cukup membosankan dan melelahkan. Lebih tepat sih menjengkelkan. Hari Minggunya aku cukup latihan sendiri di rumah, dan akhirnya tiba juga hari itu.. inilah ceritanya..
Pagi hari sih aku lalui seperti biasa, diantar pakai mobil, aku berhenti di SDS Sumbangsih Grogol. Aku pun melakukan hal yg lain seperti menyapa teman, salam sama guru, menaruh tas di kelas dan langsung ke bangsal. Disana beberapa temanku sudah menunggu. Aku sempat latihan sebentar. Sampai saatnya tiba..
Aku berjalan, setelah itu langsung membaca “Upacara pengibaran Bendera Merah Putih...” Upacara berjalan lancar. Namun, pada lagu Indonesia Raya sepertinya musiknya kurang kompak. Tapi,aku terus berkonsentrasi kepada upacara.
Pada saat amanat pembina upacara, kami deg-degan, takut Pak Wawan (pembina upacaranya sekaligus guru agama kami) memberikan komentar yg buruk terhadap pelaksanaan upacara kali ini. Kata Pak Wawan sih, sudah bagus namun harus di tingkatkan lagi. Tiba tiba saja,temanku yg bernama Nadira (paskibra ) jatuh pingsan.
Posisinya kedepan, kacamatanya terlepas. Guru-guru mendekatinya dan menolongnya. Hal itu sangat mengagetkan. Padahal Nadira salah satu anak yg berbadan besar, kuat dan jarang sakit. Ah, mungkin dia belum sarapan, pikirku. Aku kembali fokus ke upacara.
Setelah itu, tak ada kejadian yg buruk lagi. Upacara berjalan lancar. Setelah upacara dibubarkan, kami kembali ke kelas, kami pun bercerita kepada teman-teman Padus tentang perasaan deg-degan itu. Sekarang sih sudah lega. Alhamdulilah, aku bisa menyelesaikannya dengan baik. Nah itulah pengalamanku ketika pertama kali menjadi Petugas Upacara disekolah SDS. Sumbangsih....



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Hai semuaa.. Udah baca kan? Jangan lupa commentnya ya! Jangan lupa, NO SPAM! Ok! Silahkan comment!