My story-Like on FB
CLICK THIS
and
CLICK HERE
Here is it..
Aku terkejut ketika papa memutuskan untuk pindah ke Bandung.Sebenarnya aku tak mau pindah, namun ayah sudah kehilangan pekerjaannya. Aku tak bisa tetap tinggal di Jakarta, yang biaya hidupnya serba mahal. Tapi, aku jalani sajalah,mungkin hidupku akan lebih baik.
Mobil papa melaju dari rumahku. Selamat tinggal,my home sweet home! Rumah kami akan dijual. Papa akan mengontrak rumah kecil untuk kami tinggali. Sepanjang perjalanan, terdengar isak tangis kakakku. Ia merasa sedih harus meninggalkan teman-temannya. Sementara adikku, asyik bermain robot. Ia memang baru menduduki kelas 1, jadi ia tidak terlalu sedih atas kepindahan ini.
Mobil ayah berhenti disebuah rumah kecil. Ukurannya lebih kecil dari rumahku dulu. Cat birunya pun sudah tampak pudar. Aku melangkah pelan memasuki rumah baruku.
"Quel,Len, kamarmu disini" ujar ibu.
"Kamar Excel dimana,Bu?" tanya Excel.
"Excel, kamu tidur dengan ibu dan ayah ya" sahut ayah.
Aku dan Kak Valenna memasuki kamar baru kami. Kakakku yang usianya lebih tua dariku 2 tahun ini tampaknya sudah tidak merasa sedih lagi. Aku juga begitu. Ku rasa, hari-hariku akan menjadi lebih baik.
***
SDS Arjuna Bangsa, sekolah baruku. Sekolah swasta ini termasuk sekolah yang bagus. Hari ini, aku mulai bersekolah. Saat aku memasuki kelas 5.3,
"Anak-anak,ini Raquella Agatha,murid baru pindahan dari Jakarta, Ibu harap kalian dapat berteman baik dengan Quella." ujar Ibu Kirana, wali kelas 5.3.
"Eh, anak Jakarta, ngapain kamu pindah kesini?" tanya Zaqueline.
"Aku, Hmmm.. Ayahku kehilangan pekerjaannya.." ujar Quella.
"Ooh, ternyata orang miskin ya? Heh, sana pindah, cari SD lain,jangan disini,ini SD mahal.." sombong Zaqueline.
"Maksudmu apa? Kamu tak boleh memperlakukan aku seperti ini.." ujarku geram.
"Wah, berani melawan? Okay,okay, sikapku tak akan sebaik yang kau kira!" ujar Zaq.
Sejak itu sikap Zaq tak begitu baik padaku. Untungnya aku punya teman baru bernama Villa. Ia sangat baik dan ramah. Terkadang, ia juga membelaku kalau Zaq mencelaku. Aku sangat berterimakasih dapat bertemu dengannya.
Hari ini, hari ke5 aku bersekolah di SDS Arjuna Bangsa.
"Anak-anak, ibu memberikan kalian tugas IPA, yaitu mencari informasi tentang hewan-hewan langka yang ibu tulis dipapan tulis. Kalian harus mengumpulkannya hari Senin." ujar Bu Kirana.
"Berkelompok ya, dua orang" lanjutnya.
Aku pun mengajak Villa untuk sekelompok denganku. Tentu saja ia bersedia. Kami akan mengerjakannya sepulang sekolah, di rumah Villa. Rumah Villa tak jauh dari rumahku, namun aku belum pernah melihat rumahnya.
***
Ting,Tong!
Aku menekan bel. Aku terkejut melihat rumah Villa yang besar sekali. Rumahnya tingkat dua. Mungkin 2 atau 3 kali lipat rumahku! Taman depannya dipenuhi bunga dan rerumputan hijau. Disana terdapat kandang kelinci dan kucing yang berlarian di taman.
"Hai, Quel! Silahkan masuk," ujar Villa sopan.
"Hai juga, dimana kita mengerjakan tugas?" tanyaku.
"Dikamarku saja,yuk! Eh nih minum dulu" jawabnya.
"Oh, terima kasih!" balasku.
Aku pun memasuki kamar Villa. Wonderful! Rapi sekali. Dinding berwarna pink dengan gambar bunga mawar. Kasur empuk dan seprai bunga mawar terbentang rapih. Lemari kayu di sudut ruangan, disebelahnya terdapat meja belajar yang nyaman. LCD TV dan laptop lengkap di ruangan ini. Kamar yang begitu nyaman!
Villa pun membuka laptopnya dan menyolokkan modem. Internet pun sudah terhubung. Ia membuka google dan mengetik kata kunci di search engine. Aku pun membacakan hewan-hewan yang harus kita cari.
"Vil, kok mukamu pucat? Apakah kamu sakit?" tanyaku.
"Aku lemas. Aku ingin istirahat." jawabnya.
"Ya sudah kalau kamu ingin istirahat, aku pulang saja" ucapku.
"Tidak. Aku cuma istirahat sebentar,kok" ujarnya sambil menuju ke tempat tidur.
Bruk! Tiba-tiba saja Villa jatuh pingsan. Aku pun memanggil Kak Shilla, kakak Villa yang kelas 2 SMP.
"Quel, sebaiknya kamu pulang dulu. Nanti kalau Villa sudah sadar, kalian boleh belajar bersama lagi" ujar Kak Shilla.
"Baik,Kak" jawabku.
Apa penyebab Villa pingsan? Pertanyaan itu masih membekas di pikiranku. Aku pun pulang ke rumah dengan muka bertanya-tanya. Villa, semoga kau tak apa-apa.
***
"Halo, bisa bicara dengan Raquella?" tanya suara disebrang sana.
"Halo, iya ini dengan saya sendiri" jawabku.
"Quel, Villa masuk rumah sakit, sekarang di rumah sakit sebrang sekolah. Kamar no. 23." ujar Kak Shilla.
"Apa? Ok, kak aku segera kesana!"
Setelah minta izin terhadap ibu, aku pergi ke rumah sakit. Karena tak ada kendaraan, aku jalan kaki. Tapi, saat melihat mobil Zaq di depan rumahku, aku terdiam. Wah gawat, pasti celaan lagi yang kudapat.
"Ada apa,Zaq?"
"Quel, aku mau menjenguk Villa, kau mau ikut?"
"Ya, tujuanku sama denganmu. Trims, Zaq"
Tumben ia mau memberi tumpangan.Namun, tanpa berpikir panjang aku menaiki mobil Zaq, daripada harus mandi keringat berlari di siang hari yg panas ini.
"Quel, maafkan aku ya, aku selalu mencelamu," ujar Zaq.
"Ya tentu kumaafkan,Zaq"
***
"Villla.." seru ku dan Zaq.
Villa terbaring lemas di tempat tidur. Ia tampak sangat lemas.
"Maafkan aku ya, selama ini aku telah mencela kalian berdua" sesal Zaq.
"Tidak apa-apa" sahutku dan Villa.
"Vill, kau sakit apa?"
"Leu..kimi..a" ujar Villa. Tampaknya ia ingin menangis.
"Penyakit ini, penyakit mematikan.." lanjutnya.
"Kemungkinan untuk tetap hidup pun sangat kecil. Aku harus berjuang, supaya bisa tetap bertemu dengan kalian!" seru Villa bersemangat.
"Zaq, kau mau kan jadi sahabatku?" tanya Villa.
"Tentu." ujar Zaq.
"Pokoknya kita harus membantu Villa agar sembuh. Ayo Villa berjuang!" seruku.
***
Sudah 2 bulan berlalu,
Villa masih di rumah sakit. Aku dan Zaq selalu menjenguk Villa.
"Vil, hari ini ibu kantin menjual blueberry crunch pie!" ujarku.
"Waw, dari namanya saja sudah terdengar sangaat lezat, bagaimana rasanya ya?" tanya Villa.
"Tentunya sangat enak" kata Zaq.
Disekolah,aku sering kali kesepian. Namun, ada Zaq yang selalu menemaniku. Zaq selalu menghiburku.
***
Sampai pada hari ini,
Kring,Kring..
Telepon rumah berbunyi.
"Halo, bisa bicara dengan Quella?" tanya seseorang.
"Ya, saya sendiri" ujarku.
"Quel, Villa, sembuhh!" ujar Kak Shilla.
"Horee!"lonjakku senang.
"Kak, i wanna meet her, where is she?" tanyaku.
"Di taman, coba saja ke sana" jawab Kak Shilla
"Thanks, Kak!"
Setelah menutup telepon, aku pergi menuju taman menggunakan sepeda yang baru dibeli ayah. Kini, ayah telah mendapat pekerjaan. Kami pun membeli rumah yang masih di daerah Lembang. Memang sih, rumah itu tak sebesar rumah kami waktu di Jakarta, namun yang penting kita tak perlu mengontrak lagi!
"Villa, kau sudah sembuh?" tanyaku saat melihatnya di kursi taman.
"Ya seperti yang kau lihat"
"Hai semuaa" sapa Zaq.
"Yuk, kita main lompat tali!" ajak Villa.
Akhirnya, ya Allah, sahabat tercintaku bisa sembuh. Alhamdulillah. Villa pun kembali masuk sekolah lagi. Sekarang sudah kembali seperti dulu,namun bedanya, Zaq sudah menjadi sahabat kami!
Teman, berjuanglah,jangan putus asa! Juga jagalah persahabatanmu!
Senin, 14 Februari 2011
Not Just A Friendship
Kamis, 27 Mei 2010
ShazNaya The Real Bookaholic
"Bunda.. Ayolah belikan Shazna buku.." pinta Shazna, seorang gadis kecil berumur 11 tahun yang sangat suka membaca buku. Kini, atas prestasinya memenangkan lomba membuat cerpen, ia meminta sebuah buku spesial yang diinginkannya sejak dulu, Summer Time.
" Hmm.. Bunda punya syarat untuk Shazna kalau Shazna benar-benar menginginkan buku itu.. Summer Time kan mempunyai 5 Seri.. Untuk buku pertama, kamu harus memenangkan lomba cerpen.." jelas Bunda.
" Itu kan sudah,Bun.." potong Shazna
" Buku kedua, kamu harus membacakan kesimpulan buku pertama kepada Bunda tanpa melihat buku nya.." lanjut Bunda.
" Ok.." tanggap Shazna
" Kalau buku ketiganya,kamu harus membaca kesimpulannya di depan Ayah dan adikmu, Nanda.Buku keempat, kamu harus membersihkan rak bukumu. Buku kelima, buku yang kamu temukan di rak akan kamu ceritakan kepada kami sekeluarga, Bagaimana??" tawar Bunda.
"Kalau begitu kuterima syarat Bunda.. Dan karena aku sudah menang lomba cerpen, Bunda akan membelikannya,kan??" tanya Shazna penasaran.
"Tentu, sekarang.. Kita ke toko buku.." jawab Bunda..
Malam harinya..
"Lulu adalah gadis kecil yang lucu dan ia sangat suka bersenang-senang, pada Summer Time tahun ini, ia dan sahabatnya akan mengadakan pesta tidur di rumahya. Ia menghias rumahnya dengan lampion kecil dan tanaman lucu. Ia menyiapkan seprai,bantal,dan guling terbaiknya. Ia juga memilah-milih baju tidur yang akan ia pakai.. Tapi, Summer Time tahun ini tak berlangsung bahagia. Sisy kabur dari rumah.. Apakah yang terjadi? Baca yuk bukunya.." Shazna mengakhiri kesimpulannya.
Bunda bertepuk tangan. "Wah,anak Bunda pandai juga ya.." puji bunda
" Trims, Bunda.."
Begitu seterusnya beberapa malam setelah itu yang mengharuskan Shazna bercerita kepada Bunda, lalu Ayah dan adiknya. Ia pun sudah mengumpulkan 3 seri. Dan untuk seri keempat, ia ingat ia harus membereskan rak buku. Maka,pagi ini ia membersihkan sekaligus membereskan buku yang berantakan.
Pluk..!Pluk..! Terdengar bunyi buku berjatuhan
" Arghh.. Buku ini menyusahkan sekali sih.." keluh Shazna berusaha memindahkan buku tua yang sudah cukup usang itu. Di sampulnya tertulis.. 'Bacalah karena kamu penggemar buku.' Shazna mulai tertarik dengan buku itu. Ia pun membaliknya dan membacanya.
" Welcome to Bookaholic World.. Disini, semua anak penggemar buku dapat berkumpul dan menunjukkan karya terbaiknya. Cuma satu anak yang mendapat gelar Real
Bookaholic. Dan ia adalah anak yang paling dapat berimajinasi dengan karyanya dan rajin datang ke Bookaholic World. Siapakah dia?? Cepat buka halaman selanjutnya.." baca Shazna. Ia pun membalik halamannya.
"Isilah biodata ini..
Nama :
Hobi :
Warna kesukaan :
Siap atau tidak : "
Shazna mengisi biodatanya dan BUM! Shazna ada di sebuah taman yang ramai dengan anak-anak berusia sebayanya.Ia mencoba menyapa salah satu dari mereka. " Hay.. " sapanya. "Hai juga..Shaz, sekarang giliranmu.. Cepat.. Mr. Book bisa marah-marah!" teriak anak itu yang sepertinya mengenal Shazna.
Shazna diseretnya ke panggung. Anak it pun meninggalkannya. Sementara Shazna tak tau apa-apa. Ia mengingat-ingat kembali isi halaman pertama "...berkumpul dan menunjukkan karya terbaiknya..." ingatnya. Ia pun menceritakan cerpe yang ia ikutsertakan dalam lomba cerpen beberapa waktu lalu.
Selesai bercerita, ia mendapat tepuk tangan dan orak sorai penonton. Tiba-tiba dari balik panggung keluar buku yang tebal dan besar dan anehnya, buku itu memiliki, mata, mulut,hidung,tangan dan kaki! Buku itu mengumumkan, "Anak-anak ini dia Real Bookaholic yang kita cari...!" seru buku itu yang bernama Mr. Book.
Shazna terkejut. Ia diberi pelukan oleh semua orang disitu. Ia pun meyadari anak yang tadi menyuruhnya naik ke atas panggung adalah salah satu saingannya dalam lomba membuat cerpen. Anak itu belum sempat berkenalan dengan Shazna. Ternyata namanya Naya. Dan tiba-tiba, Mr.Book mengumumkan kembali.
"Karena cerita Naya juga sangat menarik.. Ia juga menjadi Real Bookaholic..!" seru Mr. Book. Semua anak meneriakkan "ShazNaya The Real Bookaholic!!" seru mereka. Shazna dan Naya hanya tersenyum. "Dan sebagai hadiah, rak buku kalian akan dirapihkan dan ada satu koleksi buku lagi! " seru Mr. Book
"Shazna sayang, bangun.." terdengar suara khas Bunda.
"Hmm..Ah..." Shazna bangun dari mimpinya.
"Shazna, rak bukumu sudah rapih..Ayo, kita beli buku keempat, dan apakah kamu sudah menemukan buku yang cocok untuk diceritakan kepada kami sekeluarga??" tanya Bunda. Shazna pun menjawab.
" Ya..!" sorak Shazna sambil berlari menuju rak buku dan mengambil satu diantaranya. "ShazNaya The Real Bookaholic! Seperti yang dijanjikan Mr, Book!" serunya tak kalah keras dari sebelumnya.
"Bagus, Nak. Tapi siapa Mr. Book?" tanya bunda penasaran.
"Ah, Bunda. Buku ini kan ku ceritakan nanti malam,.. Ngga seru dong kalau sekarang dikasih tahu nya.." kilah Shazna.
"Iya deh.." Akhirnya mereka sekeluarga pergi ke toko buku dengan riang gembira, dan dimalamnya Shazna menceritakan isi buku ShazNaya The Real Bookaholic kepada keluarganya. Dan esoknya.. Coba tebak apa yang ia dapat??
"Buku terakhir seri Summer Time!!" soraknya. "Dari penggemar beratku.." Ia melihat sekilas judul bukunya 'Lulu Can Finish The Summer Time' dan dalam hati berkata "Thanks Mr. Book! Aku dan Naya benar-benar ShazNaya The RealBookaholic..!" katanya dalam hati. Ya, tentu hanya dalam hati..!
Di Balik Sebuah Kebohongan
Dricca berlari menyusuri koridor sekolah. Siang itu, udara terasa panas sekali. Dricca hendak membeli Es Potong Bang Ijas kesukaannya. Ia pun mempercepat larinya sampai menabrak seseorang. Ia pun terjatuh, di dongakannya kepala keatas dan coba tebak siapa yang dia lihat... Dia adalah SICCA...
"Sicca.. sedang apa kamu disini..?" tanya Dricca panik
"Maaf, apa apakah saya mengenal anda? " tanya Sicca.
Dricca buru-buru menghindar dan cepat-cepat menjawab.
"Aku melihatmu di majalah ModelKids .. Apakah kamu benar Sicca.?" Dricca memastikan
"Tentu.. Itu aku.. Panggil aku The Queen of Model.." jelas Sicca
" Oh.. Thx.. Aku mau kembali ke kelas dulu ya.." Dricca berlari ke kelasnya.
"Tunggu.. Aku belum tahu siapa namamu.." panggil Sicca . Dricca tak menghiraukannya terus berlari ke arah taman sekolah.
Dricca pun menduduki sebuah kursi di taman sekolah. Ia merenungi kesalahannya,
" Huh..Dricca bodoh..bodoh.. bodoh.. kenapa sih ngasih tau kalau aku lagi di Singapore.. Hm.." sesalnya.
Tahukah kamu siapa itu Sicca? Sicca adalah saudara kembar Dricca. Mereka berpisah karena Sicca ingin menjadi model. Sicca kabur dari rumah ke rumah tantenya yang mempunyai Modelling School. Sicca pun diterima disana dan didik untuk mendapatkan kursus dan TADA..!! Sicca kini menjadi model dan sudah beberapa kali masuk majalah.
Dricca yang iri akan kesuksesan saudara kembarnya membalas dendam dengan membohongi Sicca. Dicca bilang kalau ia menjadi ballerina di Singapore dan sekarang sudah tinggal disana dan digemari banyak festival.
Kini, ia melihat Sicca ada di sekolahnya. Ia bertekad untuk mengetahui penyebab datangnya Sicca. Ia juga bertekad mempunyai ilmu dan menunjukkan bakatnya di depan Sicca.
Kring. Kring...! Bel berbunyi tanda istirahat usai.
Dricca pun masuk ke dalam kelasnya. Dan segera menddukki bangkunya di samping bangku Vahria. Ia pun mengobrol sebentar dengan Vahria.
"Dric, kok kamu gelisah banget sih?" tanya Vahria
" Enggak kok, Ri. Aku cuma takut di hukum pas pelajaran matematika." Dricca berbohong. Memang bukan sekali ini ia berbohong. Ia sangat pandai membuat alasan untuk menutupi kebohongannya. Teman-teman jangan iru Dricca ya..!
" Anak-anak.. Kali ini kelas kita kedatangan teman baru yang bernama Jesicca Putri Samahaya.. Dia adalah Sang Model Cilik yg mendapat gelar The Queen Of Model " jelas Bu Nuri. Tiba-tiba Dricca pingsan..
"Wah, dia sudah sadar..!! " teriak semua anak di sekeliling Dricca.
Dricca pun sadar dan membuka matanya.
"Dimana aku?? Dimana Sicca??" tanyanya
" Kamu di UKS,Dric. Ini aku kembaranmu.." kata Sicca
"TIDAK!!" teriaknya.
"hah,hah, ternyata mimpi" lega Dricca
Kini, ia berada kelas. Di bangunkan oleh Vahria. Memang benar Sicca pindah kesini. Tapi, ia pindah ke kelas sebelah .. 5A.. Dricca lega mendengarnya..
Keesokan harinya..
Kring..Kring..Telepon berdering di rumah Dricca
"Hallo? Siapa disana?" tanya Dricca
" Ini Vahria. Aku mau kasih tau aku ultah nanti sore.. datang ya ke rumah ku.. ada penunjukkan bakat lho.. Kamu mau ikut ngga? Kamu bisa tampilin show Solo Ballet lho..?" ajak Vahria.
" Wah, mau banget.. Sampai nanti ya.."
Di Ulang Tahun Vahria ..
"Hey, Ri.. Kamu cantikk banget deh.." puji Dricca
"Wah, thx.. Kamu juga kok.. Ohya nanti ada Mysterious Girl lho.. Km mau tampil bareng dia ngga.??" tawar Vahria.
"Mau banget tuh.. Tapi mataku harus di tutup sampai tiba di panggung ya?"
" Iya.. Seperti di ultahku tahun kemarin.." jawab Vahria.
Mereka pun berbincang-bincang sampai saat panggung bakat dibuka..
In the show,,
"Para hadirin sekalian kita tampilkan.. Mysterious Girl with Dricca Sang Ballerina.." seru MC yaitu Vahria sendiri.
Di panggung, Mysterious Girl membuka topeng. Dricca pun membuka penutup matanya dan Mysterious Girl itu adalah SICCA...!!
Dricca langsung kaget saat melihat Sicca. Sicca pun lebi lagi. Dricca berlari turun panggung tanpa memperhatikan sekeliling. Sicca yang tak mau kehilangan jejak terus mengejar. Dan, di Ruang Ganti.. Mereka berhenti..
" Dric.. Bukankah kamu ada di Singapore??" tanya Sicca.
"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Aku menyesal mengatakannya. Maafkan aku.. Aku iri padamu.. Sungguh.. Maaf kan aku.. yang tak menjadi JUJUR seperti yang kamu harap.." tangis Dricca.
"Tidak apa, Dric.. Yang penting kamu telah JUJUR padaku sekarang ini. Maafkan aku juga telah membuatmu iri.. Ingat, family is valuable thing in you life.. remember thet my sister.." jawab Sicca menghapus air mata Dricca
Mereka pun berpelukkan dan teap menjalankan acara dengan lancar. Kini dengan ketulusan.. Tak ada dendam dihati.. Ataupun kebohongan yang dipendam.. mereka kini menjadi DUO C.. Yang terus bersinar bersama.. Selalu..
TAMAT
Ok.. that is the end off the story..
Pesan Moral :
1. Kejujuran di atas seglanya
2. Family is the valuable thing in you life
Sabtu, 01 Mei 2010
Sebuah Persahabatan
Di sebuah sekolah bernama SDS Bintang Bersinar tinggalah seorang anak bernama Anasya Ririn Pritama. Ia biasa di panggil Nasya. Nasya duduk di kelas 5B. Ia anak yang sangat pintar. Ia mempunyai sahabat bernama Veronica Narissa atau biasa di panggil Icha.
Pada suatu siang Nasya di panggil oleh Pak Kepala Sekolah. Ia pun berjalan menuju ruangan Pak Kepala Sekolahnya. "Good luck ya,sya" kata Icha. "Thank you.." Lalu Nasya masuk kesana "Assalamualaikum,ada apa pak..?" tanyanya penasaran. Pak Kepala Sekolah pun mengumumkan akan ada Musical Contest di Panggung Bakat yang ada di dekat kelurahannya. Nasya sebagai anak yang berbakat dalam segala bidang akan dipilih untuk tampil. Ia sangat pandai menyanyi.
Nasya sangat gembira. Selain itu , ia juga melihat seorang anak duduk di kursi sebelahnya. Ia pun bertanya lagi "Pak, siapakah anak ini..?" tanyanya. Anak perempuan berambut gelombang itu menaikkan kepalanya. Nasya terlonjak kaget "Michelle Gadyzta!" teriaknya. Michelle Gadyzta adalah seorang pianis cilik yang Nasya kagumi. "Tapi mengapa kau ada disini..?" Pak Kepala Sekolah pun menjawabnya. "Nak, Michelle akan masuk ke sekolah ini dan menemanimu di Pangggung Bakat nanti." jelas Pak Kepala Sekolah. "Waw,,it's amazing.." Nasya kagum. Ia akan menunjukkan bakat bersama idolanya. Michelle hanya tersenyum.
"Nasya,kamu bisa kembali ke kelas dan antarkan Michelle kesana. Bantu ia memperkenalkan diri" pesan Pak Kepala Sekolah. "Baik pak." Nasya dan Michelle menaiki tangga sambil bercakap-cakap. " Michelle, salam kenal, namaku Nasya.. Kamu kok pindah sih?" tanya Nasya ingin tahu. "Halo juga. Soal pindah nanti aku ceritakan kok" jawabnya.
Sesampainya di kelas, Nasya pun duduk. Ia memberitahu Miss Kirana tentang Michelle. "Anak-anak, kita kedatangan murid baru bernama Michelle, silahkan memperkenalkan diri.."pinta Miss Kirana. Anak-anak lain yang tidak terlalu suka piano tidak mengenali siapa Michelle Gadyzta. Sedangkan dimata Nasya, Michelle seorang artis.
" Nama saya Michelle Gadyzta. Umur saya 10 tahun. Saya pindahan dari SDS Sinar Mentari. Semoga saya bisa menjadi anak yang baik di kelas ini" jelasnya."Nah,kamu duduk di sebelah Nasya." perintah Miss Kirana. Nasya sangat senang, disamping itu Icha sangat cemburu.
Kring..Kring
Bel berbunyi, semua anak berhamburan. Seperti biasa Icha dan Nasya pergi ke kantin bersama. Nasya melihat Michelle terjatuh di koridor. Nasya langsung menolongnya. "Chell, kamu kenapa..?" tanyanya." Aku tersandung keramik yang agak rusak itu.Nggak apa kok" katanya sambil tertatih-tatih. "Oooo... lain kali hati-hati ya..Disini memang ada keramik pecah, cuma di koridor ini.." nasihat Nasya. Icha berfikir " Ih pasti Michelle cuma bohongan. Cuma cari perhatian sama Nasya aja.." pikirnya. " Woi cha, jangan ngelamun. Kamu ke kantin aja ya aku mau latihan musik dulu sama Michelle" kata Nasya tiba-tiba. "Oiya iya. Aku boleh ikut ngga..?" tanya Icha. "Boleh" kata Nasya. Tetapi Michelle langsung mencegat "Kan hanya untuk anak yang ikut.." katanya. " Oh, ya sudah. Bye Icha!!" kata Nasya. Icha langsung merengut.
Icha yang kesepian sedang merenung di kursi taman. "Kayaknya aku kenal sama Michelle dech,," Ia berusaha mengingat. "Jangan jangan dia..."
Sepulang sekolah,
Icha dan Nasya akan pulang ke rumahnya masing-masing. Michelle tiba-tiba muncul "Ke rumahku yuk, kita latihan di sana. Kebetulan ada guru vokalku" pintanya. "Ohya, kebetulan mama papaku pulang malam" kata Nasya. Icha sangat marah. Ia pun pulang ke rumah dengan hati kesal.
Saat Panggung Bakat dimulai,
Semua SD di kelurahan itu diliburkan. Nasya dan Michelle sudah datang. Saat Musical Contest,mereka tampil sangat menarik. Icha pun memberi selamat walau masih kesal dengan Nasya dan Michelle. "Guyz, aku mau ke rumah saudaraku dulu ya.." kata Michelle, "Bye!"
"Sya, aku mau ngomong sama kamu, Michelle sebenarnya.. " kata kata Icha terputus. "Apa..?" "Michelle teman TK ku dan teman SD kelas 1-2 waktu aku belum pindah kesini. Ia menderita sakit kanker yang sangat berbahaya. Di sekolah lama itu, aku pernah mendengar dari ibunya kalau dia terkena penyakit. Aku hanya memberitahu Namira,temanku. Tapi ia membocorkannya ke seluruh teman. Jadi,ia selalu dicela. Maka itu mungkin ia pindah kesini.Ia juga mengira aku yang meyebarkan gosip itu. Ia mungkin membalasku dengan cara bersahabat denganmu,sya" jelas Icha panjang lebar.
"Apakah itu benar,,?" tanya Nasya sambil menitihkan air mata. "Tak ada sahabat yang berbohong,bukan?" Nasya pun menangis dan meminta maaf melupakan Icha selama ada Michelle. "Tidak apa, kita akan tetap bersahabat dengannya, Tapi, ini hanya agar kamu tahu, Inilah persahabatan.." kata Icha. "tentu,ini sebuah persahabatan.." tambah Nasya.
Itu adalah kisah setahun lalu. Kini mereka sudah kelas 6 dan akan lulus. Michelle menjadi semakin iri akan kedekatan Nasya dan Icha. Namun mereka tetap bersahabat dan tahu.. Inilah sebuah persahabatan!
Teman, jagalah persahabatanmu. Buatlah benteng setinggi apapun agar tak ada seorang pun yang mengganggu persahabatanmu..
Rabu, 28 April 2010
Codes Are Fun
Apakah kalian tahu kode-kode? Kali ini aku membuat cerita tentang kode lho! Baca deh..
Di Pagi yang indah itu, Dhiola terbangun dari tidur lelapnya. Ia pun segera mandi. Lalu, mengambil seragam sekolahnya yaitu kemeja putih dan rok biru bercorak tartan. Ia segera sarapan dengan semangkuk bubur ayam lezat buatan ibunya.
"Aku pergi dulu ya bu," pamitnya. "Ya,nak" jawab ibunya. Dhiola adalah seorang anak kelas 5C yang lumayan pintar dan selalu masuk 3 besar setiap semester.
Di kelas 5C,
"Hai Dhio" sapa seorang anak bernama Lysvia. "Hai juga" balas Dhiola ramah. Lysvia dan Dhio memang bersahabat sejak TK. Mereka selalu bersama tapi tetap akur dengan teman lainnya.
Kring..Kring..Kriing..
Bel masuk berbunyi. Di setiap depan kelas anak anak berbaris rapi menunggu aba-aba dari ketua kelas masing-masing. Setelah berbaris mereka masuk ke dalam kelas.
"Vi,sini deh" panggil Dhiola. "Ada apa sih Dhi," kata Lysvia sambil berjalan menuju meja Dhiola. " Cepat sini sebelum Ms. Karen dateng!" panggil Dhiola lagi. "Begini,aku menemukan kertas ini," kata Dhio sambil menemukan kertas yang cukup aneh. Kertas apa ya?
Kertas itu bertulis, "Datangilah perpustakaan, kalian akan mendapatkan kejutan disana" baca Via. "Cukup aneh" komentar Via. "Tapi ini menarik, kita kunjungi saja saat istirahat. Toh masih di sekitar lingkungan sekolah kok" usul Dhiola. "Setuju!" balas Via.
Kring..Kring.. Kring..
Bel istirahat berbunyi,Dhiola dan Lysvia sepasang sahabat yang penasaran itu segera menuju perpustakaan sekolah.
Di sana mereka bertanya kepada Pak Aslan,penjaga perpustakaaan. "Maaf, pak. Apakah bapak melihat ada anak menaruh sesuatu atau menitipkan sesuatu di perpustakaan ini?" tanya Dhiola dan Lysvia. "Tidak,nak. Bapak hanya dititipkan kertas ini..Apakah ini yang kalian cari?" tanya Pak Aslan. Dhiola dan Lysvia memerhatikan dengan teliti kertas HVS putih kecil yang ada di tangan Pak Aslan. Ternyata tulisannya sama persis.
"Oh iya pak,Terima kasih ya.. Apakah bapak tahu orang yang menitipkan kertas ini?" kata Dhiola dan Lysvia. "Tidak nak, saya menemukannya di atas meja saya dengan tulisan kertas iini harus dijaga dan diberikan kepada orang yang mencarinya" jawab Pak Aslan. "Ya sudah terima kasih ya pak" kata Dhiola dan Lysvia lagi.
Mereka pun membaca tulisan yang ada di ketas itu. " Pecahkan kode ini, A=3
63223169 273 137 18721223 2314223101323
dari 3283 "
Dhola dan Lysvia pun terdiam sejenak. "Aku tahu!" seru Dhiola. Ia pun memberi tahu Lysvia dan segera asyik memecahkan kode itu. Dan ternyata artinya adalah
"Datang ya ke pesta ultahku
dari Aza" Mereka pun mengerti Aza mengundang mereka ke pesta ulang tahunnya menggunakan kode. Mereka pun bertanya dengan Aza apakah benar dia yang membuatnya. Ternyata benar!
Lysvia dan Dhiola pun senang sekali dapat memecahkan kode itu. Mereka pun mendatangi pesta Aza sore harinya. "Untung aku bisa memecahkannya, kalau tidak aku tak mungkin hadir di pesta ini sekarang" pikir Dhiola. Begitu pula Lysvia,mereka sangat senang dapat menghadiri pesta Aza.
Apakah kamu bisa membuat atau mengartikan kode angka.? Yeah, Codes are fun!
