Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Januari 2011

Sabtu Gado-Gado: Ketemu Orgil sampai Nonton Opera Anak

Sorry bloggers, udah lama ngga ngeblog. Baru sempat sekarang nih. Aku pengen ceritain hari Sabtuku yang gado-gado. Ada sialnya, ada serunya. Wuih, pengalaman yang tak terduga. Penasaran? Check it out!

Sabtu, 08/01/2011,
Aku bangun dari tidur lelapku. Rasanya masih pengen tidur. Saat kutengok jam 06.00 aku langsung kaget. Buru-buru mandi dan shalat shubuh. Baru inget, hari ini hari pertama aku PM (Pendalaman Materi). Jadi, belajar tentang ketiga pelajaran UASBN. Inget kan aku kelas berapa?

Nah,aku berangkat ke sekolah tuh setelah sarapan. Oiya, aku ingat juga sekolahku bakal nonton Opera Anak jam 3 sore. Jadi nambah semangat deh. Setelah nyampe sekolah diumumkan kelasnya. Jadi kelas 6A dan 6B dibagi menjadi 3 kelas menurut kemampuannya menerima pelajaran. 6.1, 6.2,6.3. Alhamdulillah, aku masuk kelas 6.1 hehehe.

Pas istirahat kita foto tuh buat BTS (Buku Tahunan Sekolah)! Setelah masuk lagi kita belajar IPA. Terus pulang, nah kan ada rapat ortu murid, aku pengen nitip tasku sama mamaku. Biar ngga berat gituu. Sekedar info, aku disekolah sampai jam 3 buat nonton Opera Anak, jadi ngga pulang dulu gitu.

Setelah nitip tas, aku nemenin Icha dan Sinthia nitip tas di pasar. Soalnya mereka punya toko di pasar. Oiya, pasar sama sekolahku deket banget lho! Asyik kan? Duh laper. Ya udah kita makan nasi padang deh. Aku pakai rendang, Icha pakai ayam gulai, Sinthia katanya ngga laper. Terus, beli es liang teh deh..

Setelah makan, kita main-main sama Jihan dan Shania. Tadi, Shania nemenin Jihan les jadi ngga bisa ikut makan. Jihan bawa bekal chicken wing! Shania kelaperan, dia mau makan mie di pasar. Yaudah, kita nemenin Nia deh.

Dalam perjalanan kita ketemu orang gila, yang bikin kita kabur tuh, orang gilanya noel-noel ibu-ibu. Nah, spontan kita lari dan turun tangga. Icha dan aku stress. Jihan takut, tapi ekspresinya datar. Nia sama Sinthia, kaget juga tapi tetap mau makan.

"Udahlah masa sama orang gila aja takut" kata Sinthia. Eh tiba-tiba nongol dibelakangnya. Kita lari lagi deh. Aku dan Icha udah ngga bisa jalan. Jihan mau balik ke skull. Nia dan Sinthia berusaha nahan lapernya.

Akhirnya, dengan agak terpaksa, kita lanjut deh. Akhirnya aku, Icha dan Jihan, makan juga deh. Eh tiba-tiba, Annisa nelfon. Udah mau jalan! Waduhh..!! Kita langsung minta di bungkus, terus cabutt. Eh kata Nia naik mobil mamanya ajja. Tapi kita konvoi dulu ke sekolah.

Nah, ada tambahan 1 orang. Kak Sella! Dia udah kelas 7 SMP. Tapi kata Pak Wawan, ikut aja. Akhirnya kita jalan juga. Tapi ternyata, KITA SALAH STUDIO.
Harusnya di Studio Geog atau apalah, bukan di Trans TV Trans 7 nya.. Aduhh.. Banyak juga lho yang nyasar. Untuk ngga jauh dari tempat nyasar.

Eh, mobilnya Nia udah pulang. Mamanya cuma drop doang. Akhirnya pada naik mobil Annisa. But, aku dan Icha penumpang terakhir yang ngga bisa masuk ke mobil. Nah, kita naik mobil picanto sama nenek atau mamanya Indra gituu.

Udah nyampe. Lega deh. Kita langsung masuk ke studionya. Pas udah rapi, Om Sule, Om Bedu dan kakak kakak dan adik adik pemain Opera Anak masuk ke studio. Ada SMASH juga lho! Nah, akhirnya kita mulai syuting!

Penampilan kakak kakak SMASH keren banget lho! Dance nya kompak deh! Nah aku juga tahu loo kenapa namanya SMASH. Seven Man And Seven Hero. Oh, begitu toh. Ternyata sebuah nama mengandung arti ya!

Nah aku ceritain ya cerita Opera Anaknya, ah nanti ngga seru, nonton ajja sendiri! Jam tayangnya, aku ngga tahu (?) Coba ajja lihat di Trans 7 nya atau di websitenya. Nanti kalau aku tahu aku Update deh.

Pulangnya kita jam 7an lho. Nyampe rumah jam 8 lagii! Tapi tetap asyik lho! Walaupun ada sialnya. Dikit sihh.. Tapi seruu kok! Kalau ngeliat Opera Anak yang ada SDS Sumbangsihnya, nonton yaaa!! Ok Good bye,friends!





Selanjutnya..

Sabtu, 25 September 2010

Story about "Es Potong"

Duh, sekarang udah sekolah. Makin banyak kegiatan. Sebentar lagi UTS lagii. Harus belajar lebih giat nih. Ditambah kenaikan tingkat karate sudah menunggu di bulan Oktober. Tapi, sekarang aku mau sekedar sharing tentang pengalamanku yang kocak ini. Kayak apa sih?

Jadi, hari Jum'at, aku lagi pengen beli es potong sama teman-teman aku yaitu, Icha dan Shania. Pas kita lihat ke depan, udah ngga ada tukang es potongnya. Akhirnya kita nanya sama salah satu anak laki-laki yang lagi megang es potong rasa cokelat.

"Dek, lihat tukang es potong ngga?" tanya Shania.
"Udah pergi, kak." jawabnya.
"Pergi kemana,dek?" tanyaku.
" Tuh, kesana!" serunya.

Kami pun segera berjalan lurus dari tempat kami berdiri. Tiba-tiba, aku langsung bicara.
"Shan, sampai kapan kita nyusurin jalan ini? Kalau tukang es nya udh jauh gmn?" tanyaku cemas. Soalnya, Shania yang memberi usul untuk nyusul tukang es potong.
" Ya, sampai halte depan situ ajja.. kalau ngga ada yah kita balik.." jawab Shania enteng.

Mungkin bagi dia ngga apa sih.. Tapi bagi aku yang pas hari Kamis kepentok meja yang membuatku sulit berlari. Tapi sekarang udah mendingan sih. Kemaren lebih parah, jalan aja sakit banget. Ngga tau kenapa. Sekarang alhamdulillah udah sembuh.

"Yah, masa udah cape-cape kesini kita pulang tanpa mendapat hasil?" tanya Icha.
"Do'a-in ajja sebelum nyampe halte kita udah menjumpai tukang es potong yang jalannya cepet bener itu" jawab Shania.
"Amien" ujarku.

Tak jauh dari sana, disebrang kantor pos ada gang kecil dan saat kita tiba disana, Shania berteriak. "Itu tukang es potongnya!" sambil nengok ke kanan. Kita pun berlari ngejar tukang es potong yang sudah mulai lenyap dari pandangan sambil teriak "Es potong!" kayak orang gila. Untung disana ngga banyak orang, jadi ngga malu-maluin.

Tiba-tiba ajja, terdengar suara "Guk! Guk! Guk!" dari arah rumah di samping kanan dan kiri kami. Dan suara itu tak lain tak bukan adalah anjing. Parahnya rumah sederhana disebelah kiri dimana suara anjing berasal, pintunya terbuka! Sedangkan disebelah kanan, dirumah bertingkat dua. Anjingnya ada di lantai atas. Lho, kok? Ah, mungkin anjingnya lagi dimasukkin ke dalam rumah terus nongol di balkon atas.

Icha langsung lari terbirit-birit. Shania langsung narik aku untuk ikut lari. Padahal aku nggak minat lari karena kaki ku masih sakit kalau lari. Tapi ya kupaksakan deh. Sampai diujung gang kita melambaikan tangan kepada tukang es potong yang telah melihat kami. Lalu, kita pun berani mendekat sedikit-sedikit. Dan, abang tukang es potong pun menghampiri kami. Terus, dia bilang.

"Ngga usah takut,Neng. Anjingnya ngga galak kok" ujar abang tukang es potong.
"Tapi kan yang itu pintunya kebuka, Bang. Malah ada dikanan kiri lagi" tanggap Shania.
"Iya, Bang" ucap Icha.
"Bikin stres ajja" komentarku sambil mencabut uang ribuan dari dompetku.
"Cokelat ya, Bang" ujarku.

Image and video hosting by TinyPic

Teman-temanku mengikutiku. " Saya alpukat ya!" kata Icha.
Shania sepertinya ingin rasa kacang merah atau kacang hijau gitu, tapi lagi nggak ada.
Jadi dia nyobain punya Icha untuk memastikan alpukat enak apa nggak.
Setelah ia yakin enak, ia menyerahkan uang ribuan dan menyantap es alpukatnya. Pokoknya yummy deh es potong-nya! Lalu, setelah mengucapkan terima kasih kita langsung berbalik arah kembali ke sekolah.

"Eh guys, jadi kita jalan sampai kantor pos cuman untuk es potong?" tanyaku.
"Ya kan cuma 50 m ajja.." tanggap Shania.
"Ditambah hampir dikejar anjing?" ujar Icha.
"Hahahaa.." kita langsung tertawa bersama.

Sungguh pengalaman yang sangat kocak kan.. OK! See you at the next posting!





Selanjutnya..